SMKN 17 Samarinda Budi Daya Lebah Kelulut

SMKN 17 Samarinda Budi Daya Lebah Kelulut

Bermanfaat untuk Lingkungan dan Bernilai Ekonomi

PROKAL.CO, SEBAGAI salah satu pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah, SMKN 17 Samarinda melakukan budi daya lebah madu kelulut atau klanceng. Hal ini  senada dengan program sekolah berbasis kesehatan untuk menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2020. Kepala SMKN 17 Samarinda, Dwisari Harumingtyas mengatakan, pihaknya memilih budi daya madu kelulut untuk mendukung pembelajaran para siswa dalam bidang kewirausahaan. Karena setelah dilakukan kajian sederahana lingkungan, potensi sekolah ini memang cocok untuk pembudidayaan madu kelulut tersebut.

Kata Dwisari, di lingkungan sekolahnya sudah banyak tanaman dan bunga-bungaan yang memang memiliki plasma nutfah. Ini menjadi nutrisi yang didicari lebah. “Terlihat di bulan pertama dan kedua kami mendapatkan hasil panen madu yang memuaskan,” katanya.
Ia pun optimistis kedepannya akan semakin mengoptimalkan rumah-rumah madu kelulut. Sehingga akan semakin menghasilkan madu dengan volume yang lebih banyak. Diharapkan menjadi ikon sekolah.

Untuk saat ini, Dwisari menyebutkan baru ada sekitar lima rumah lebah  kelulut. Nantinya akan menambah rumah-rumah lebah tersebut. Lebah kelulut tersebut awalnya didatangkan dari Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui jasa Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLHK) di Samarinda.

Ia menuturkan, ke depannya akan semakin dikembangkan untuk skala produksi yang lebih banyak dan dipasarkan ke masyarakat. “Untuk saat ini masih konsumsi warga sekolah dulu atau teman-teman yang datang ke sekolah. Kita berharap kedepannya nanti bisa kami pasarkan dengan pengemasan yang bagus. Untuk tahap awal pemasaran di lingkungan sekolah dulu,” paparnya.

Widyaiswara Balai Diklat BLHK Samarinda, Asli menilai bahwa SMKN 17 Samarinda merupakan satu-satunya sekolah di Kaltim yang mempunyai budi daya lebah madu kelulut. “Hal ini sangat baik. Bisa menjadi sumber pengetahuan dari siswanya dan untuk memanfaatkan lingkungan yang memang di sini tanamannya banyak,” ungkap Asli.

Ia mengharapkan agar budi daya tersebut dapat lebih dikembangkan lagi. Tidak hanya dari penambahan rumah lebah kelulut saja, namun juga dilakukan penambahan tanaman di lingkungan sekolah. “Untuk memanfaatkan lingkungan ini dan bisa juga di sekitarnya ditambah lagi tanaman-tanaman yang berbunga sepanjang tahun seperti kelindra merah atau bunga-bunga lain. Sehingga lebah ini lebih dekat untuk mencari pakannya. Nah, kalau pakannya dekat maka lebah itu lebih cepat untuk menghasilkan madu. Saya optimistis kedepannya nanti bisa dikembangkan untuk SMK 17 ini karena areal yg sangat mendukung,” tambahnya. (adv/nch/nha)

 140 total views

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.