Bimtek Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Bimtek Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

SMK Negeri 17 Samarinda Tuan Rumah

PROKAL.CO, DALAM meningkatkan program Adiwiyata atau berwawasan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengadakan bimtek Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan di SMK Negeri 17 Samarinda, Jumat (1/3).
Kepala SMKN 17 Samarinda Dwisari Harumintyas mengatakan, sekolah yang menyandang sebagai sekolah Adiwiyata selalu mengadakan pertemuan secara bergantian bertujuan untuk silaturahmi dan meningkatkan pengetahuan mengenai Adiwiyata. Dimana pertemuan tersebut digelar DLH Samarinda.
Ia menyebutkan ini merupakan awal dari kebangkitan sekolah Adiwiyata di Samarinda. Jika bersama-sama maka akan lebih bisa bersinergi untuk membangun sekolah Adiwiyata.
“Semangatnya itu sudah terasa bahwa kita ingin benar-benar untuk bisa mencapai EDS (Evaluasi Diri Sekolah) melalui Adiwiyata. Adiwiyata itu sebenarnya adalah sebuah penghargaan terhadap sekolah yang peduli terhadap pelestarian, perlindungan, pengawetan lingkungan hidup di sekolah masing-masing,” katanya.
Selain sebagai tuan rumah bimtek, ternyata SMKN 17 Samarinda saat ini tengah mempersiapkan untuk menuju Adiwiyata Mandiri setelah meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional pada Desember 2018 lalu.
“Kita sudah mencoba mempersiapkan diri. Insya Allah dalam dua tahun ke depan kita akan mencoba maju di Adiwiyata Mandiri. Jadi kita terus meningkatkan kinerja tim, kekompakan tim, dan terus berkreasi, inovasi dalam berkegiatan untuk menunjang program Adiwiyata,” tuturnya.
Salah satunya yakni SMKN 17 akan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Diantaranya kerja sama dalam penampungan minyak jelantah, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.
“Karena di SMKN 17 bergerak di bidang kesehatan yang dihasilkan anak-anak kami dalam praktik termasuk limbah farmasi seperti bekas jarum suntik dan lainnya. Itu tidak boleh dibuang sembarangan. Karena itu dalam penanganan limbah padat B3 ini kami kerja sama dengan mitra,” lanjutnya.
Perwakilan DLH Samarinda Erwin Agus menuturkan bimtek ini diadakan untuk para calon sekolah yang akan melaju ke Adiwiyata provinsi, nasional ataupun mandiri guna bersama-sama mengetahui hal-hal apa saja untuk mencapai peraihan adiwiyata tersebut.
“Karena ada beberapa tahapan untuk mencapainya. Beberapa komponen yang harus dipenuhi yang merupakan satu kesatuan. Adiwiyata ini adalah mewujudkan berperilaku berbudaya lingkungan,” terangnya.
Sementara salah satu pemateri dari Tim Teknis Adiwiyata Pusat KLHK Aulia Wijiasih mengungkapkan, pihaknya mengajak kepala sekolah untuk peduli dan hal itu tidak menjadi sebuah beban. Ini merupakan tanggung jawab sekolah dan bagian utama di kurikulum Indonesia.
“Ternyata kurikulum di Indonesia semua berbasis lingkungan, berbasis masyarakat, berbasis alam. Tidak hanya literasi dengan buku saja tetapi banyal hal menjawab kehidupan alam, baik sosial, budaya maupun terhadap alamnya,” ungkapnya.
Dijelaskannya Adiwiyata terintegrasi dengan beragam program. Baik dengan K13, literasi, PPK, SPMI dan semua hal. Dalam hal dokumentasi pun ternyata sama halnya dengan akreditasi.
“Jika diinformasikan secara massal dan bukan beban, ini adalah apa yang telah Anda lakukan tetapi tolong dicatat ulang, dipromosikan atau didokumentasikan melalui foto atau media untuk mempermudah data dokumentasi,” jelasnya. (adv/nch/nin)

 118 total views

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.